donat kentang NCC

donat kentangresep donat andalan yang paling sering aku paki tuh dari NCC. empuuk banget,terasa kentangnya yang gurih. pokoknya mantaap. resepnya cekidot..

DONAT KENTANG
source : NCC

Bahan :
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk (aku pakai susu bubuk sachet)
11 gr ragi instan 9aku pakai fermipan)
200 gr kentang kukus yang sudah dihaluskan dan sudah dingin
100 gr gula pasir/gula kastor
75 gr mentega
1/4 sdt garam
4 kuning telur
100 ml air dingin

Cara Membuat :
– Campurkan bahan kering (tepung terigu, susu bubuk, gula halus dan ragi) aduk hingga rata.
– Tambahkan kentang halus, masukkan kuning telur uleni, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni terus hingga rata dan setengah kalis.
– Tambahkan garam dan mentega, terus uleni hingga kalis dan elastis. Diamkan selama kurang lebih 20-30 menit, tutupi dengan serbet lembab agar adonan tidak kering.
– Kempiskan adonan, bagibagi adonan dengan berat sekitar 50gr masing-masing, bulatkan dan lubangi tengahnya dengan jari/cetak dengan cetakan donat. Diamkan selama kurang lebih 20-30 menit.
– Goreng donat dengan api sedang cenderung kecil hingga kecoklatan.
– Angkat dan tiriskan. Setelah dingin bisa diberi topping sesuai selera.

Sampai Kapanpun Kau Kusayang, Anakku

Sebelum kau masuk gerbang sekolah, kusempatkan bersalaman, cium tangan, cipika cipiki..(cium pipi kanan kiri).. sudah hampir 5 tahun usiamu anakku,bulan depan. Kau sudah cukup besar, tidak terasa. kukira baru beberapa saat lalu kau masih bayi. Kini adikmu menggantikan posisimu digendonganku.

Kalau aku sedang asyik bercanda dengan adik, kau selalu bilang “aku juga ma”. Kalau aku cium adek, kau juga bilang “aku juga ma”, kalau aq perlakukan adek yang masih bayi, kaupun meminta perlakuan yang sama. awalnya terasa aneh, tidak lucu, jayus atau apalah istilahnya. karena bagiku kau sudah besar, sudah tak perlu diperlakukan seperti bayi.

Tapi hari ini aku sadar, aku tak ingin mencegahmu bermanja padaku sampai berapapun usiamu. Tak ingin kulestarikan tradisi masyarakat dimana anak yang dianggap sudah besar,sudah tak layak lagi bermanja atau mendapat belaian lembut ibunda. karena dianggap memanjakan anak sama dengan membuatnya tidak bisa mandiri. Buktinya, berapa banyak anak yang dididik penuh kekerasan, tapi toh tidak membuat ia berdikari ketika dewasa, tak membuat ia mampu menyelesaikan problematika hidup dengan baik. Dan berapa banyak anak yang dididik penuh kasih sayang, tetapi mampu menghadapi berbagai ujian hidup dengan ketegaran luar biasa. Bagiku manja dan mandiri itu bisa berjalan beriringan.

Suatu hari nanti, akan tiba masanya. Ketika kau tak mau lagi dicium, tak mau digandeng, bahkan ada masa ketika kau hanya ingin bersama teman-temanmu, atau menginginkan waktu untuk dirimu sendiri. Saat masa itu tiba, aku pasti akan merindukan panggilan manjamu, teriakanmu minta kutemani, minta dipeluk, digendong, dicium. Aku akan rindu menyiapkan bekal sekolahmu, memandikan dan menyuapimu. Tapi tak apa.. bagiku itu tak penting. Aku bangga melihatmu mandiri. Hanya,yang menjadi harapanku adalah, ketika masa itu datang, aku ingin menjadi teman terbaikmu. Bukan sebagai sosok orang tua otoriter yang seperti bos. Bukan sebagai ibu yang selalu melatih kedisiplinan seperti ketika aku melatihmu disiplin sewaktu kecil. Karena kau sudah dewasa,kau tahu benar dan salah,tak selamanya aku memarahi dan mengatur seperti bos kan? maka ijinkanlah aku menjadi temanmu. Menjadi teman diskusimu, tempat keluh kesahmu. Dan kau juga masih bisa bermanja padaku sampai kapanpun kau mau. Kau boleh minta dibuatkan bekal,minta disuapi, kau bisa minta dibacakan dongeng, tidur dipangkuanku. Kau boleh anakku,bahkan adik-adikmu juga boleh sampai kapanpun.

Kau mungkin kelak akan punya sahabat disekolahmu, dikampusmu, di komunitasmu. Kau punya teman diskusi yang smart, berwawasan luas, berpandangan modern. Mungkin saat itu aku sudah terlalu kuno bagi zamanmu. Barangkali juga sebagian temanmu menganggap berdiskusi dengan orangtua tidak menyenangkan, gak asyik, gak gaul, gak mengerti jiwa muda.. itu wajar. Aku dulu juga pernah merasakan itu saat remaja. Tapi, percayalah, pengalaman kami, orang tuamu, dalam mengarungi manis pahitnya hidup berpuluh tahun tidak dimiliki oleh kawan-kawanmu. Pengalaman itulah yang membuat para orang tua lebih bijak dalam memandang persoalan hidup. Kau boleh lahap semua bku psikologi, sosiologi, atau apalah ilmunya. Itu akan bagus untuk bekalmu bernasyarakat. Tapi kau tetap akan butuh pertimbangan dan ilmu dari kami yang telah berguru pada universitas kehidupan dan menyandang gelar sarjana ‘pengalaman’

Percayalah kepada kami orang tuamu..

Kamilah orang yang paling menyayangimu, diantara teman-temanmu. Kamilah yang pertama kali bersedih jika kau bersedih, dan kami yang pertama berbahagia atas kebahagiaanmu. Kami selalu menginginkan yang terbaik untukmu, meski kadang kau tidak sejalan. Maafkanlah kami yang memiliki keterbatasan, tak luput dari kesalahan dalam mendidik dan membesarkan kalian.

Maafkanlah jika kami bersalah, ingatkanlah jika kami menyimpang. Berbicaralah dengan baik, terbuka dan hapus segala buruk sangka terhdap kami.

Jika kalian bersalah, maaf kami selalu terbuka.
Jika kalian menyimpang, teguran kami selalu datang.
Jika kalian sedih, gelisah, ungkapkanlah apa yang menjadi masalah.
Jika kalian berbahagia, berceritalah.. kami pun akan bahagia

Rumah kecil ini, semoga menjadi tempat paling nyaman dan paling kau rindukan dimanapun kau menjejak.

Kelak, jadikanlah rumah-rumah kalian sebagai tempat paling nyaman dan menentramkan.
Bukan sekedar tempat persinggahan.
Jadikan rumah-rumah kalian tempat melepas segala kepenatan
Tempat berbagi beban kehidupan
Tempat bermuara kerinduan
Tempat mengisi ulang energi, menggali motivasi, sumber inspirasi
Baity jannaty…

Maka saat kalian keluar dari rumah, kalian telah mendapat semangat baru untuk berbuat kebaikan sebesar-besarnya, untuk menoreh manfaat sebanyak-banyaknya. Untuk berjuang demi agama dan ummat

Tuban 13/10/2013
Sepenuh cinta mama

me, grandma and kiddos

Nasehat untuk anakku (part 2)

Teman kamu juara nak?
Kamu mau seperti dia?
Itu sangat bagus..
Tapi tak harus
Karena bukan untuk itu kamu belajar..

Kamu tak harus juara nak, tapi kamu harus bisa

Sekolah itu menyenangkan
Jangan jadikan sebagai beban
Nikmatilah semua proses pembelajaran
melewati setiap tahapan
Menaklukan tantangan
Mengalahkan rintangan
Mengukir prestasi untuk kepuasan
Dan bukan inginkan pujian

Kamu tak harus juara nak, tapi kamu harus bisa

Nasehat untuk anakku (part 1)

Teman kamu mencontek nak?
Dan nilainya bagus?
Kamu merasa tak adil?
Sabarlah anakku sayang
Nilai hanya sebuah symbol
Percayalah, mereka sama sekali tak bangga
Atas perbuatannya
pujian datang terasa hampa
Karena dalam hatinya
Ia tahu perbuatanya tak mulia

Jangan iri dengan mereka
Yang ingin segalanya
Tanpa usaha
Nilainya mungkin diatas rata-rata
Tapi kalau kau tanya
Mereka mungkin tak bisa

Kasihan temanmu nak
Bersekolah dengan beban
Inginkan pujian
Takut kekalahan
Merinding pada kegagalan

Carilah ilmu
Sekali lagi anakku,
Karena itu menyenangkan
Kau akan temukan keindahan
Kau dapat melihat seluruh dunia
Dari tempat kakimu berpijak
Kau bisa tahu banyak rahasia
Dari makhluk paling kecil tak kasat mata
Sampai benda-benda diangkasa

Dengan ilmu kau bisa menggenggam dunia
Kau akan maju anakku
Dengan ilmu kau mengenal Tuhanmu
Dengan ilmu kau yakini kebesaran Tuhanmu

Nilaimu tak perlu dapat pujian
Tapi pribadimu hiasilah dengan kebaikan
Junjung tinggi kejujuran
isi harimu dengan ketaatan pada Tuhan
Manfaatkan waktumu dengan ketekunan

Kau akan bisa anakku..
Kau akan raih cita-citamu
Dengan doa
Dengan usaha
pantang putus asa
Bersama restu ayah bunda
Kami yakin kau pasti bisa

Untuk anak-anakku
Rengel, 27 desember 2008

Doa untuk anak-anakku

Sungguh bahagia aku,menyaksikan mereka tumbuh detik demi detik

dari bayi mungil, duduk, merangkak..
Mengucapkan sepatah demi sepatah kata.. Berdiri lalu berjalan

menyaksikan mereka tertidur pulas sungguh menjadi pelipur duka, luruh sgala kepenatan

Ya Rabb.. Ampuni hamba..
Yang hingga kini masih belum mampu mendidik mereka seperti yang Engkau perintahkan

Maafkan hambaMu ini.. Yang tak jua mampu mengelola emosi ketika tingkah mereka semakin menguji kesabaran

wahai Dzat Yang Maha Sempurna.. Hanya Engkau yang bisa menjaga mereka dg Sempurna..
Hanya Engkau yang bisa memahami mereka paling sempurna..
Dan.. Hanya Engkau yang bisa memberi petunjuk paling tepat dan sempurna

Maka..hamba memohon jadikanlah mereka kelak..sebagai hambaMu yang bertaqwa
Yang mencintai-Mu dan Engkaupun Mencintai Mereka
Yang Meletakkan cinta padaMu diatas segalanya

Ya Rabb.. Sampaikanlah usia kami orang tuanya.. Untuk mendidik dan menyertai mereka.. Hingga mereka menggenggam kesuksesan